IHDN Denpasar Gelar Wisuda XXV

IHDN Denpasar Gelar Wisuda XXV

PTIPD (Selasa, 15/5/2018), Institut Hindu Dharma Negeri Denpasarmenggelar Wisuda XXV di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (15/5) kemarin. Sebanyak 96 orang wisudawan dilepas pada wisuda perioda pertama tahun 2018 ini. Terdiri atas 29 orang wisudawan dari Fakultas Dharma Acarya, 31 wisudawan dari Fakultas Brahma Widya, 15 wisudawan dari Fakultas Dharma Duta, 14 wisudawan dari Program Pascasarjana dan 7 orang wisudawan dari Program Doktor (S-3) Ilmu Agama.

Tiga lulus terbaik diraih oleh Wasudewa Bhattactya dari Prodi S-1 Teologi Hindu dengan IPK.4.00 (cumlaude), I Gde Agus Darma Putra, S.Pd., M.Pd.dari Magister Pendidikan Prodi S-2 Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali dengan IPK 3,95 (sangat memuaskan) dan Prof. Dr. Ir Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., D.Par. dari Program Doktor (S-3) dengan IPK 3.79 (cumlaude). Sampai saat ini alumni IHDN Denpasar berjumlah 9.379 orang.

Acara wisuda XXV dihadiri Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Pd.D. dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Pada acara wisuda juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IHDN Denpasar dengan Rektor Universitas Ngurah Rai, Rektor Universitas Dhyana Pura, Rektor ISI Denpasar, Ketua Stikom Bali, Ketua STMIK Primakara dan Ketua STIE Satya Dharma Singaraja.

Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, sejak diresmikan pada 8 November 2004 dan 23 Maret 2005 di Kampus Bangli, IHDN Denpasar terus mendapatkan perhatian dan respons sangat positif dari pemerintah dan masyarakat. Hal ini dikarenakan IHDN Denpasar senantiasa terus berbenah menata kelola pendidikan tinggi untuk menghasilkan pemuda hindu yang berkarakter dan berhaklah mulia dengan konsep ajaran Agama Hindu. Wisuda kali ini sangat istimewa karena meluluskan wisudawan yang berkualitas yang telah bergelar Profesor. “Kami sebagai pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi Hindu senantiasa berupaya membimbing anak didik kami menjadi generasi emas di masa mendatang. Hal ini tidak terlepas dari Visi IHDN Denpasar yaitu terdepan dalam Dharma Widya dan Budaya yang dimplementasikan melalui misi mewujudkan sarjana yang sujana,” ujarnya.

Untuk memajukan IHDN Denpasar, sejak dua tahun terakhir IHDN Denpasar telah menjalin kerjasama dengan 15 stakeholder terkait. Terakhir pada 2018 ini, IHDN Denpasar menjalin kerjasama dengan Universitas Galuh, Persatuan Tunanetra (Pertuni) dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. “IHDN Denpasar sudah mendeklarasikan diri menjadi ikon kampus kerukunan di Indonesia pertama baru-baru ini yang disaksikan oleh 17 perguruan tinggi seluruh rektor universitas di Bali. Upaya ini kami lakukan untuk mewujudkan IHDN Denpasar menjadi universitas berbasis agama Hondu di Bali ke depannya, “tukas Ketua PHDI Bali ini.

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agam RI Prof. I Ketut Widnya berharap lulusan IHDN Denpasar bisa membantu Dirjen Bimas Hindu membina umat Hindu Di Indonesia. Saat ini pihaknya masih kekurangan tenaga sarjana untuk menjadi penyuluh umat Hindu. Menjadi tenaga penyuluh merupakan profesi yang sangat handal karena ke depan menjadi program utama pemerintah.

Sumber: Bali Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *