IHDN DENPASAR JAJAKI KERJASAMA BIDANG YOGA DENGAN TOYO UNIVERSITY JEPANG

IHDN DENPASAR JAJAKI KERJASAMA BIDANG YOGA DENGAN TOYO UNIVERSITY JEPANG

Tidak butuh waktu lama, Universitas dari Negeri Sakura ini dengan cepat merespons kerjasama tersebut. Toyo University mengutus akademisi Prof Akira Kiuchi untuk membalas lawatan sekaligus menindaklanjuti kerjasama ke kampus IHDN Denpasar, Jumat (5/7).

“Kami sudah datang ke sana, dan ini merupakan tindaklanjut kerjasama antara IHDN Denpasar dengan Toyo University di Jepang. Kerjasama yang kami lakukan khususnya di bidang yoga yang ada di Fakultas Brahma Widya,” ujar Rektor IHDN Denpasar, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi.

IHDN Denpasar mengapresiasi respon cepat dan serius Toyo University Jepang dalam menindaklanjuti kerjasama tersebut. Selain lawatannya ke IHDN Denpasar dalam rangka menindaklanjuti kerjasama, Prof Akira Kiuchi juga sekaligus akan melihat bagaimana teori yoga dipraktekkan, serta meninjau lab yoga di perguruan tinggi berbasis agama Hindu tersebut. “Dari lawatan dan tinjauan di kampus hari ini (kemarin, red), berita ini akan sampai ke universitas dan masyarakat Jepang. Astungkara nantinya beberapa bulan yang akan datang, ini (yoga, red) menjadi suatu pilihan spiritual tourism alternatif. Masyarakat Jepang nantinya bisa berduyun-duyun datang untuk melihat bagaimana rasanya beryoga dengan yoga ala Bali,” jelas Prof Sudiana, sembari menyebut selain kerjasama di bidang yoga, juga kerjasama di bidang riset dan pertukaran dosen serta mahasiswa.

Melalui upaya menjadikan yoga Bali sebagai alternatif wisata spiritual, IHDN Denpasar ingin mengenalkan sisi Bali yang lain. Prof Sudiana mengatakan, Bali tidak hanya berkutat masalah upacara keagamaan, namun Bali juga memiliki spirit yang lain yaitu yoga ala Bali yang berbeda dengan yoga yang ada di India. Namun ilmu yoga Bali ini belum sepenuhnya tergali. Untuk mempelajari bidang keilmuan tersebut bisa dipelajari di IHDN Denpasar.

Untuk mempersiapkan yoga Bali menjadi destinasi wisata spiritual alternatif, kata Prof Sudiana, nantinya pasraman-pasraman ataupun kelompok organisasi yang mengelola yoga akan disertifikasi. Jika pasraman tersebut belum dirasa layak, maka IHDN Denpasar akan bekerjasama dengan PHDI Provinsi Bali untuk melakukan pembinaan, agar yoga yang dilakukan benar-benar sesuai dengan teori-teori yang sudah diwarisi dan dipelajari.

“PHDI dan IHDN Denpasar bekerjasama mengeluarkan sertifikat pelatih yoga. Dan banyak juga dosen-dosen di IHDN Denpasar yang memberika pelatihan yoga di beberapa pasraman. Selain itu, kampus IHDN Denpasar yang ada di Bangli kami akan menage ruangan untuk dijadikan lab yoga. Sehingga wisatawan datang ke sana (IHDN Denpasar kampus Bangli, red), setelah itu baru wisatawan ke Desa Penglipuran,” katanya.
Sementara itu, akademisi Prof Akira Kiuchi mengatakan, tindaklanjut dari kerjasama ini pihaknya menginginkan pertukaran ilmu pengetahuan tentang yoga. Pertukaran ilmu ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi kedua perguruan tinggi tersebut. Selain itu, saat musim dingin tiba pihaknya akan mengarahkan mahasiswanya untuk belajar yoga ke IHDN Denpasar. “Ketika di Jepang musim dingin, akan ada liburan. Mahasiswanya bisa datang ke Bali untuk belajar yoga tradisional,” katanya.

Menurut Prof Akira, ada beberapa universitas di Jepang yang mengajarkan yoga melalui pelajaran olahraga. Namun, yoga masih merupakan pelajaran tambahan. Kendati demikian, dari kerjasama ini Toyo University akan memperdalam ilmu yoga terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam pembelajaran salah satu jurusan di sana. “Karena sulitnya membuat jurusan baru, keinginan dari Toyo University adalah memasukkan pelajaran yoga di dalam jurusan kesehatan atau olahraga. Namun kami perlu memperdalam dulu pembelajaran yoga, sehingga bisa dimasukkan ke dalam salah satu jurusan yang ada di Toyo University,” tandas Prof Akira.

Sumber : https://www.nusabali.com