MAHASISWA INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI (IHDN) DENPASAR LAKSANAKAN NGAYAH NYAPUH DI PURA DALEM PURI, WUJUD PENERAPAN PENGABDIAN SEBAGAI SALAH SATU DARI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

MAHASISWA INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI (IHDN) DENPASAR LAKSANAKAN NGAYAH NYAPUH DI PURA DALEM PURI, WUJUD PENERAPAN PENGABDIAN SEBAGAI SALAH SATU DARI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

Mahasiswa IHDN Denpasar melaksanakan Ngayah Nyapuh di Pura Dalem Puri, Karangasem, Bali. Ngayah Nyapuh merupakan kegiatan kerja bhakti membersihkan suatu area salah satunya Tempat Suci yaitu Pura Dalem Puri. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari yaitu pada hari Rabu (29/1) dan Jumat (31/1). Mahasiswa yang hadir dalam Ngayah Nyapuh ini berjumlah kurang lebih 30 Mahasiwa yang berasal dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM), dan perwakilan Organisasi Kemahasiswaan lainnya di lingkungan IHDN Denpasar.

Ngayah Nyapuh yang dilaksanakan oleh Mahasiswa IHDN Denpasar ini merupakan kegiatan sukarela tanpa paksaan. Kegiatan ini dilaksanakan seiringan dengan Ngusaba Dalem Puri. Setiap ada Ngusaba Dalem Puri, pemedek/pengunjung hampir datang dari seluruh wilayah di Bali, hal ini mengakibatkan terjadinya aktivitas pemujaan yang padat sehingga masalah penumpukan sampah bekas sarana upacara seperti canang (lelayudan) dan sebagainya jadi membludak. Agar tetap menjaga kenyamanan dan kebersihan area Pura, untuk itulah Mahasiswa IHDN Denpasar melaksanakan kegiatan Ngayah Nyapuh ini sebagai wujud penerapan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian.

Kegiatan Ngayah Nyapuh yang dilaksanakan oleh Mahasiswa IHDN Denpasar ini, dimulai dari pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita. Menggunakan alat seadanya seperti sapu, cangkul dan lain-lain mereka pun mulai membersihkan area pura dari sampah bekas sarana Upacara. Wayan Degus Jaya, selaku Wakil Presiden Mahasiswa IHDN Denpasar periode 2020 yang juga merupakan peserta kegiatan ini mengungkapkan, mengenai kegiatan ngayah ini sebenarnya sudah di pelajari secara teoritis yaitu dalam konsep Bhakti Marga (jalan bakti/pengabdian) dan sebagai Pemuda Hindu yang peduli, ajaran tersebut harus direalisasikan secara nyata.

“Sekarang saatnya kita untuk kerja nyata dalam pengamalan ajaran tersebut. Terlebih lagi kita sebagi pemuda Hindu harus melek melihat kondisi tempat suci kita” Ujarnya.

Mengenai permasalahan sampah, Wakil Presiden Mahasiswa IHDN Denpasar ini juga berpesan, penyelesaiannya tidak hanya perlu teori saja, tetapi perlu aksi nyata untuk membersihkannya.

“Menyelesaikan masalah sampah tidak hanya dengan membangun teori saja, tetapi perlu penyelesaian real masalah sampah itu sendiri dengan turun langsung membersihkannya. Intinya sampah bukan hanya sekedar dibicarakan tetapi harus dibersihkan” Imbuhya.

IHDN Denpasar merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi pada tahun ini, yang melaksanakan Ngayah Nyapuh di Pura Dalem Puri. Hal ini diakui sendiri oleh Jero Mangku Weda, selaku salah satu panitia Ngusaba Dalem Puri. Untuk itu, beliau mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa IHDN Denpasar, dan berharap agar Mahasiswa IHDN Denpasar melaksanakannya lagi di Tahun depan.

“Pelaksanaan Ngayah Nyapuh oleh adik-adik Mahasiswa IHDN Denpasar inilah contoh ngayah yang benar, dan sudah baik sekali. Pelaksanaan ngayah yang selalu diiringi tawa dan senyuman, tetapi pekerjaan tetap selesai. Saya pribadi berharap satu tahun lagi, adik-adik Mahasiswa bisa ngayah lagi membantu kami disini” Imbuhnya.(Darma)