PERSEMBAHAN IHDN DENPASAR, MEMAKNAI CINTA SEJATI SUMANTRI DAN SUKRASANA

PERSEMBAHAN IHDN DENPASAR, MEMAKNAI CINTA SEJATI SUMANTRI DAN SUKRASANA

Mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, mendapat kesempatan menampilkan sendratari kolosal di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya, Denpasar, Senin (17/06/2019) malam. Tak hanya mahasiswa, beberapa dosen pun tampak menghiasi garapan ini.

Melibatkan 180 penari dan penabuh berkreasi dalam PKB tahun 2019 , dengan mengangkat kisah cerita cinta Sumantri dan Sukrasana. “Kisah dalam sendratari ini intinya adalah cinta kasih terhadap saudara,” ujar Gek Diah Sentana selaku ketua garapan sendratari malam itu. Sebab, menurut Diah Sentana perlu dimaknai kembali bahwa saudara adalah tempat berbagi suka dan duka.

Diceritakan, Sumantri dan Sukrasana yang merupakan putra dari Rsi Swandageni mulanya adalah dua bersaudara yang saling mengasihi. Sayangnya, keakraban itu tak dapat bertahan lama sebab konflik melanda keduanya. Sumantri memiliki wajah nan rupawan dan selalu menjadi idaman, sedangkan sang adik yakni Sukrasana berperawakan cebol dan berwajah seram layaknya raksasa.

Perbedaan fisik inilah yang menjadikan Sumantri berpikir dua kali untuk mengajak adiknya ke negeri Mayaspati dengan tujuan untuk mengabdikan diri. Saat Sumantri diberikan amanat untuk membuat Taman Sriwedari oleh Sang Raja, kedatangan Sukrasana untuk membantu Sumantri pun membuat amanat raja tersebut terwujud. Demikian kisah dua bersaudara yang akhirnya akur kembali.

Gek Diah Sentana mengaku banyak hal yang diperoleh selama berproses menyelesaikan garapan. “Jadinya lebih dalam mempelajari karya sastra kuno, saling mengenal satu sama lain, dan belajar bekerja sama,” ungkap Gek Diah. Mengangkat kisah ini sebagai alur sendratari sebab mengandung makna kekeluargaan dan mawas diri. Gek Diah pun berujar sebagai umat manusia kita tak boleh lupa dari mana kita berasal dan siapa saja yang sudah memberi arti dalam kehidupan kita.

Cinta kasih yang sejati tak hanya diketahui dengan menyukai lawan jenis. Namun, cinta sejati bisa berasal dari orang-orang terdekat kita yakni keluarga dan saudara. Detik-detik ketika Sumantri memerlukan bantuan dan Sukrasana ada untuk membantunya merupakan bagian termanis dalam sendratari yang digarap hanya dalam waktu satu setengah bulan ini.

Tak hanya Gek Diah, adapun tim lainnya yang menyukseskan garapan ini, diantaranya I Wayan Juana Adisaputra dan Dewa Ketut Wisnawa sebagai penata tari, I Wayan Darya sebagai penata tabuh, I Made Tunjung dan I Wayan Juana Adisaputra sebagai dalang, Ida Bagus Candrawan selaku penanggung jawab, dan I Gusti Ngurah Sudiana sebagai pembina yang merupakan Rektor IHDN Denpasar.

Sumber : https://wartabalionline.com