Menag Apresiasi Konsep Paperless Rakernas Kemenag

Menag Apresiasi Konsep Paperless Rakernas Kemenag

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi gelaran Rakernas Kementerian Agama tahun 2018 yang sudah paperless dan berbasis digital.

Proses registrasi peserta Rakernas Kemenag dilakukan berbasis elektronik dan tidak lagi menggunakan kertas. Menurut Menag, itu menjadi bagian cara memanfaatkan teknologi agar menjadi semakin baik.

“Apresiasi saya sampaikan kepada penyelenggara yang telah menyiapkan raker ini,” terang Menag mengawali Diskusi Publik tentang Tantangan dan Program Strategis Kemenag di Jakarta, Senin (29/01).

Selain Menag, diskusi yang digelar usai pembukaan Rakernas ini menghadirkan Komisi VIII DPR Ali Taher sebagai narasumber.

Menag melihat banyak warna baru dalam gelaran Rakernas ini.  Seremonial pembukaan didesain simple tanpa banyak sambutan untuk memberi ruang bagi Menteri untuk berdialog dengan peserta.

Absensi kehadiran juga dilakukan secara elektronik. Peserta diberi waktu 30 menit di setiap sessi untuk melakukan absensi kehadiran dengan smartphone masing-masing.

“Lewat 30 menit, absensi sudah ditutup. Peserta yang tidak absen dianggap tidak hadir dan tentu ada konsekuensinya,” jelas Menag.

“Ini akan menghilangkan tradisi masa lalu di mana peserta hadir saat pembukaan saja. Saat sessi penting, justru tidak ada di lokasi.  Itu tidak akan terjadi lagi,” tandasnya.

Rakernas Kementerian Agama akan berlangsung hingga 31 Januari 2018. Rakernas ini mengusung tema Melayani dengan Ikhlas, Wujudkan Integritas.